9 Strategi Marketing Online to Offline untuk Meningkatkan Penjualan

Meski di era yang serba digital seperti sekarang ini, belanja masyarakat cenderung dilakukan secara online, namun pemasaran offline tetap tidak bisa Anda lewatkan. Jadi, coba terapkan teknik pemasaran online dan offline untuk meningkatkan penjualan.

Beberapa merek lebih memilih untuk fokus hanya pada satu jenis pemasaran. Misalnya hanya memprioritaskan salah satu pemasaran online atau pemasaran offline. Sebenarnya keduanya bisa digabungkan

Cara memadukan pemasaran online dan offline tidak sulit lho. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat Anda gunakan untuk pemasaran online-to-offline.

Strategi Online To Offline

online to offline

Ada beberapa strategi yang dapat Anda gunakan untuk menjual produk atau jasa Anda melalui pemasaran online-to-offline, antara lain:

1. Tambahkan CTA online untuk iklan offline
Salah satu strategi pemasaran online-to-offline adalah menambahkan CTA (ajakan bertindak) online ke iklan yang ditayangkan secara offline.

Misalnya, sertakan situs penjualan online, media sosial, dan kontak email yang dapat terhubung dengan audiens target Anda saat mereka melihat iklan Anda secara offline.

Anda juga dapat menyematkan kode QR yang dapat dipindai berisi eBuku untuk pelanggan di toko pada spanduk iklan yang Anda buat dan bagikan secara offline.

2. Gunakan hasil keterlibatan online untuk aktivitas offline
Pemasaran online-to-offline berikutnya yang bisa Anda coba adalah memanfaatkan hasil online engagement untuk keperluan kampanye offline.

Contohnya termasuk menampilkan gambar populer dari media sosial dan menarik perhatian audiens target melalui iklan offline.

Dengan cara ini, Anda dapat menyatukan interaksi audiens baik online maupun offline, membuat merek Anda semakin dikenal oleh calon pelanggan.

3. Dorong pelanggan dalam toko untuk membuat konten online
Strategi pemasaran lain yang dapat digunakan untuk mengintegrasikan pemasaran online dan offline adalah mencoba mendorong keterlibatan online dari pelanggan fisik.

Misalnya, minta mereka membuat konten online selama kunjungan di toko. Dalam hal ini, konten yang relevan dapat berupa foto atau video yang dibagikan melalui media sosial.

Dengan begitu, target audiens online Anda juga akan tertarik mengunjungi toko fisik Anda.

Secara tidak langsung, Anda mendapatkan konten pemasaran yang menarik dari pelanggan Anda saat ini.

Pendekatan ini mirip dengan menawarkan surat rekomendasi. Ulasan positif pasti akan membawa lebih banyak pelanggan baru ke toko fisik Anda.

4. Gunakan desain yang konsisten untuk kedua platform
Jika Anda ingin menggabungkan kedua jenis pemasaran, cobalah untuk membuat dan menggunakan desain yang konsisten.

Apakah itu desain penawaran online atau offline, perlu untuk memastikan bahwa desain mereka konsisten. Konsistensi ini merupakan hal penting untuk keberhasilan proses integrasi Anda.

Jadi ketika Anda membuat iklan offline, seperti penawaran dalam bentuk selebaran fisik, pastikan cocok dengan kampanye branding online Anda.

Mengutip laman TotalRetail, konsistensi pemasaran online dan offline dapat membangun kepercayaan merek di antara audiens target dan mendorong pelanggan menggunakan kedua saluran tersebut untuk melakukan pembelian.

5. Undang pelanggan toko offline untuk berpartisipasi secara online
Jika Anda ingin lalu lintas tinggi di kedua saluran pemasaran, cobalah untuk mendorong pelanggan dari toko offline Anda juga terlibat secara online.

Misalnya, pandu mereka melalui situs web atau pasar yang bermanfaat untuk melakukan pembelian online.

Layanan BOPIS (beli pick-pick online di toko) juga dapat disediakan. Jadi pelanggan dapat memesan secara online dan mengambilnya di toko fisik.

Seringkali, pendekatan ini sangat efektif untuk menciptakan integrasi merek online dan offline.

Itu karena masih banyak pelanggan yang lebih tertarik mengambil pesanannya di dalam toko. Sebagian besar pelanggan mengakui bahwa berbelanja di toko fisik menciptakan pengalaman tersendiri karena mereka dapat melihat, menyentuh, atau mencoba produk secara langsung.

Oleh karena itu, pendekatan BOPIS dapat membuat operasional toko offline Anda menjadi lebih efisien.

6. Gunakan media online untuk mempromosikan aktivitas offline
Cobalah untuk menggunakan media online untuk mempromosikan aktivitas offline dan dapatkan audiens yang hadir dalam jumlah besar.

Saat merek Anda ingin meningkatkan interaksi dengan audiens target, Anda dapat mencoba menyelenggarakan acara langsung.

Dalam hal ini dapat berupa pameran, peluncuran produk/jasa, seminar atau workshop.

Kemudian, bagikan informasi tentang acara offline ini di media sosial bisnis Anda. Dengan cara ini, lebih banyak orang dapat tertarik untuk berpartisipasi dalam acara tersebut.

7. Mendukung transaksi toko fisik dan pembayaran online
Strategi integrasi online-offline lain yang bisa dicoba adalah memberikan dukungan pembayaran online untuk transaksi toko fisik.

Misalnya menawarkan e-wallet, QRIS dan metode pembayaran lainnya untuk pembayaran online.

Dengan cara ini, Anda dapat menawarkan lebih banyak opsi berdasarkan kebutuhan pelanggan.

Selain meningkatkan penjualan, menawarkan metode pembayaran online ke toko fisik Anda memudahkan rekanan Anda untuk mengelola pesanan.

Hal ini dikarenakan alat pembayaran online dapat dioperasikan dengan lebih mudah, cepat dan akurat. Bahkan, pembuatan laporan penjualan juga bisa dilakukan secara otomatis.

8. Coba cetak e-book dalam bentuk fisik
Teknik pemasaran online-to-offline berikutnya adalah mencoba menjadikan e-book yang Anda bagikan secara online menjadi buku fisik.

Publikasi cetak masih mendapat tempat dalam pemasaran offline. Ini akan membantu meningkatkan visibilitas merek Anda di mata audiens target Anda.

Selain itu, publikasi cetak dapat memberikan informasi yang berguna untuk khalayak sasaran. Misalnya, membagikan selebaran tercetak dari posting blog Anda.

Namun, pastikan publikasi cetak yang Anda distribusikan tetap relevan dengan kebutuhan klien Anda. Ini karena pemasaran offline dapat menghabiskan lebih banyak untuk iklan daripada pemasaran online.

9. Bagikan kupon online untuk penggunaan offline
Cara lain yang dapat digunakan untuk mengintegrasikan pemasaran online dan offline adalah dengan membagikan voucher online yang dapat digunakan secara offline.

Misalnya, Anda bisa mendapatkan diskon produk khusus dari voucher yang dibagikan di media sosial. Kemudian, dorong audiens Anda untuk menggunakannya secara offline melalui toko fisik Anda.

Dengan cara ini, Anda dapat menarik lebih banyak pelanggan baru. Penjualan bisa meningkat, menghasilkan keuntungan yang jauh lebih besar.

Ini adalah strategi pemasaran online-to-offline yang bisa Anda coba terapkan dalam menjalankan bisnis Anda. Semoga berhasil dengan toko online dan penjualan bata-dan-mortir Anda!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *