Perjalanan dari bisnis tunggal menjadi perusahaan besar dan sukses adalah salah satu perjalanan ketekunan, kerja keras, dan tentunya dorongan untuk berinovasi.

Kini perusahaan yang tidak mau berinovasi dapat dengan mudah kewalahan oleh persaingan bisnis yang semakin ketat. Inovasi tidak hanya didasarkan pada perusahaan teknologi. Tinjauan berikut akan menunjukkan bahwa perusahaan non-teknologi pun dapat berinovasi.

GRUP PERUSAHAAN BLUEBIRD

Siapa yang tidak tahu tentang perusahaan bluebird ini? Perusahaan ini menjadi pelopor bisnis taksi pertama di Indonesia. Perusahaan ini mengubah era taksi gelap menjadi era taksi yang menawarkan kenyamanan penumpang.

Sejak meninggalnya suami tercinta, ibu dari Mutiara Fatimah Djoko Soetono ini harus memikirkan bagaimana menghidupi dan membesarkan anak-anaknya. Kenang-kenangan berupa dua mobil dari kampus tempat mendiang suaminya bekerja menjadi cikal bakal Bluebird.

Awalnya, Ibu Mutiara memulai dengan nama Chandra Taxi. Chandra Taxi harus berhadapan dengan kompetitor yang rata-rata masih menggunakan taksi ilegal dan menetapkan harga seenaknya karena tidak ada patokan pembayaran yang jelas.

Prinsip Ibu Mutiara untuk selalu memberikan kenyamanan dan pengalaman terbaik memandu upaya Chandra Taxi untuk menciptakan inovasi-inovasi baru yang belum ada saat itu. Inovasinya adalah pengenaan tarif berdasarkan pengukuran alat otomatis (yaitu meteran listrik). Kemudian seluruh armada ber-AC dilengkapi dengan komunikasi radio.

Tidak hanya itu, seiring perkembangan zaman, Bluebird juga terus berinovasi. Pada tahun 2011, Bluebird menjadi perusahaan taksi pertama yang menawarkan layanan pemesanan seluler melalui BlackBerry.

Prinsip selalu memberikan kenyamanan dan keamanan kepada penumpang dan inovasi yang dihasilkan membawa Bluebird ke aula bursa di Bursa Efek Indonesia.

PERUSAHAAN KOPI KENANGAN

Pada 2018, seorang pengusaha meraup Rp 113,6 miliar dengan menjual salah satu minuman kopi paling populer bernama Kopi Kenangan. Minuman kopi khusus ini sangat populer dan membawanya menuju kesuksesan.

Pada tahun 2017, Edward Tirtanarta, James Prananto dan Cynthia Chaerunnisa memulai startup The Kopi Kenangan. Mereka menginvestasikan Rp 150 juta untuk membuka usaha pertama mereka di Standard Charted Tower di Kuningan, Jakarta Selatan.

Kopi Kenangan memadukan inovasi teknologi dengan kopi untuk menciptakan kompetisi baru di pasar kopi. Tiga pesaing lama di industri kopi tersebut merupakan pesaing Kopi Kenangan.

Edward dan kawan-kawan berinvestasi di teknologi ojek online Go-food dan Grab-food setelah mengetahui aplikasinya untuk menjual gelas Kopi Kenangan. Hanya dalam tiga bulan, mereka menjual 700 cangkir minuman dan mendapat untung dari investasi mereka.

Satu-satunya tujuan Kopi Kenangan adalah menjadi operator kedai kopi terbesar di Indonesia.

Selain menginovasi cita rasa produk kopinya, Kopi Kenangan juga membuat aplikasi seluler yang memungkinkan orang mencari toko terdekat, melakukan pemesanan terlebih dahulu, membayar pesanan menggunakan e-wallet atau kartu kredit, dan lainnya.

PERUSAHAAN MAYORA INDAH

Aktor Korea Song Jong Ki berperan sebagai pria Indonesia bernama Vincenzo dalam serial drama berjudul KOPIKO. Perusahaan Mayora Indah mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan menciptakan KOPIKO, salah satu produknya.

Pada tahun 1948, Mayora Indah memulai perusahaannya sebagai bisnis pribadi milik Jogi Hendra Atmaja. Pada tahun 1977, perusahaannya beralih menjadi grup bisnis ketika didirikan sebagai Mayora.

Perusahaan Mayora Indah telah melampaui ekspektasi dengan merilis produk di lebih dari 90 negara dan mempekerjakan lebih dari 30.000 pekerja. Kesuksesan mereka adalah karena dorongan mereka untuk berinovasi.

Perusahaan Mayora Indah selalu merancang produk makanan dan minuman baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ini termasuk biskuit Roma, minuman kemasan atas Kopiko dan Beng-Beng, serta Le Minerale.

Proses pemasaran dan branding Perusahaan Mayora Indah terus melampaui batas. Salah satu contohnya adalah mengintegrasikan produk mereka ke dalam drama Korea kelas A Vincenzo.

Drama Korea memiliki banyak pengikut karena proses pemasaran kreatif yang digunakan untuk mempromosikannya. Penggemar acara meniru para aktor dan mengkonsumsi produk yang mereka tampilkan di layar. Salah satu contohnya adalah drama Vincenzo yang menampilkan aktor Song Jong Ki sebagai salah satu karakternya.

SUSI AIR COMPANY

awalnya didirikan sebagai anak perusahaan dari Susi Air Service.Orang-orang yang belum pernah mendengar kisah hidup Susi Pudjiastuti akan ketinggalan. Pendidikannya berakhir di sekolah menengah, tetapi dia unggul dalam bisnis berkat tekadnya.

Kini ia memiliki perusahaan di bidang penerbangan dan charter bernama Suzy Air.

Ibu Susi memulai usahanya pada tahun 1983 sebagai pedagang ikan laut. Desakannya pada perdagangan membuatnya mulai mengekspor dari pabrik yang dia sewa pada tahun 1995. Baru pada tahun 1996 ia dapat mengekspor dari pabriknya sendiri.

Dalam bisnisnya, ia melihat peluang dalam masalah. Masalah yang sering terjadi adalah sulitnya pengangkutan produk perairan.

Ikan atau produk seafood lebih enak disantap saat masih segar. Sayangnya, butuh waktu untuk mengekspor ke berbagai daerah atau negara, sehingga ketika sampai di tempat tujuan, kualitas hasil lautnya tidak sesegar sebelum dikirim.

Ibu Suzy juga senang memiliki pesawat sendiri. Kesuksesan Susie Air saat ini tentu bukan perjalanan yang mudah.

Salah satu hal yang dapat dipelajari dari kesuksesan bisnis Ms. Suth adalah kemampuannya untuk mengidentifikasi masalah dan menjadi pemecah masalah. Inovasi bukan hanya tentang membuat hal-hal baru, ini tentang bagaimana kita mendekati masalah secara berbeda.

PT PARAGON

Ketika Anda mendengar nama perusahaan, Anda mungkin berpikir tentang perusahaan produksi teknologi. Namun ternyata perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri kosmetik dan salah satu mereknya adalah Wardah.

Siapa sangka perusahaan besar ini dimulai dari rumah. Semula CEO PT Paragon Technology and Innovation, Dra. Nurhayati Subakat, Apt hanya memproduksi produk salon dengan merek Putri.

Ia menawarkan produk Princess dari salon ke salon. Tiba-tiba ada yang memberinya ide untuk membuat kosmetik bernuansa Islami. Akhirnya, Warda muncul.

Awal perjalanan tentu tidaklah mulus. Ibu Nurhayati Subakat mengenalkan produk Wardah melalui cara direct selling atau MLM (Multi Level Marketing). Inovasi dari segi produk dan branding pun dilakukan besar-besaran sehingga penjualan pun meningkat.

Kini perusahaan Paragon memiliki lebih dari 7.500 karyawan yang ahli dalam bidangnya dengan kapasitas produksi lebih dari 95 juta personal care dan make up.

Budaya perusahaan Paragon yakni ketuhanan, keteladanan, kekeluargaan, tanggungjawab, fokus pada pelanggan, dan inovasi telah membawa perusahaan Paragon menjadi perusahaan multinasional.

Apakah bisnis Anda berikutnya akan berhasil berinovasi?

CEO PT Paragon Technology and Innovation memberikan beberapa tips agar kita bisa menjalankan bisnis dengan sukses. Rahasianya adalah memulai dari yang kecil, berpikir besar, dan bergerak cepat.

Tips ini sangat relevan dengan situasi saat ini, terutama di masa pandemi. Agar bisnis, bisnis dan perusahaan Anda dapat bertahan di masa krisis ini, maka harus terus bergerak cepat, gesit, berbenah dan tentunya berinovasi.

Sayangnya, tantangan untuk bergerak cepat dan menjadi lebih gesit menjadi sulit jika birokrasi di dalam perusahaan menjadi terlalu kaku.

Jika perusahaan Anda masih kesulitan untuk mencetuskan inovasi di dalam perusahaan, Ekipa siap membantu dengan mendatangkan coach agile yang handal untuk mendampingi proses inovasi dan mengadopsi agile agar perusahaan dapat bertransformasi lebih baik.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *